Hi Sobat Uenaak Nusantara,
Pernah gak sih kamu bingung pas lagi baca menu restoran? Atau malah kepengen banget bisa ngobrolin makanan kayak seorang food vlogger? Nah, artikel ini bakal ngebantu kamu buat lebih paham sama istilah-istilah yang sering dipakai di dunia kuliner. Jadi, kamu bisa dengan percaya diri pesan makanan dan bahkan ngasih rekomendasi ke temen-temen.
A la Carte, Set Menu, atau Buffet, Pilih Mana?
Pasti kamu udah familiar banget dengan ketiga istilah ini. A la carte itu kayak kita belanja di supermarket, kita bebas pilih menu satu per satu sesuai selera. Mau steak, pasta, atau sushi, tinggal pilih aja. Sedangkan set menu itu udah dikasih paket lengkap, biasanya ada appetizer, main course, dan dessert. Harganya juga udah pasti. Nah, kalau buffet sih udah pasti tahu kan? Kita bisa ambil makanan sepuasnya dari berbagai macam pilihan.
Baca Juga 9 Tempat Makanan Korea Terbaik Di Makassar Versi Tripadvisor
Table Service vs. Self Service
Selain pilihan menunya, cara kita makan juga beda-beda. Ada yang suka dilayani langsung di meja, ini disebut table service. Biasanya di restoran fine dining. Nah, kalau kita yang ambil makanan sendiri kayak di kantin atau restoran cepat saji, itu namanya self service.
Appetizer, Main Course, Dessert, dan Side Dish
Ini dia istilah yang paling sering kita dengar. Appetizer itu makanan pembuka, biasanya ringan-ringan aja kayak salad atau sup. Main course adalah hidangan utama, bisa berupa daging, ayam, ikan, atau makanan vegetarian. Dessert adalah penutup yang manis-manis, seperti kue atau es krim. Terakhir, side dish itu lauk pendamping, misalnya kentang goreng, nasi, atau sayuran.
“Hidup terlalu singkat untuk tidak menikmati makanan yang enak.”
Istilah-Istilah Lainnya yang Perlu Kamu Tahu
- Amuse-bouche: Makanan kecil gratisan sebelum hidangan utama. Biasanya berupa satu atau dua suap.
- Plating: Seni menghias makanan supaya terlihat menarik.
- Pairing: Menggabungkan makanan dan minuman untuk menciptakan rasa yang unik.
- Al dente: Pasta yang dimasak hingga masih sedikit keras di bagian tengah.
- Sous vide: Teknik memasak dengan cara menyegel makanan dalam kantong vakum lalu dimasak dalam air dengan suhu rendah selama waktu yang lama.
Istilah Berdasarkan Teknik Memasak
- Teknik memasak sangat beragam dan setiap teknik akan menghasilkan rasa dan tekstur yang berbeda pada makanan. Berikut beberapa teknik memasak yang umum digunakan, beserta contohnya:
- Memanggang (Baking dan Roasting)
- Baking: Proses memasak dengan menggunakan oven dengan suhu yang terkontrol. Biasanya digunakan untuk makanan yang berbahan dasar tepung seperti roti, kue, dan pastry.
- Contoh: Membuat kue cokelat, roti tawar, atau pizza.
- Roasting: Proses memasak dengan menggunakan oven, namun lebih sering digunakan untuk daging, unggas, atau sayuran. Suhu yang digunakan biasanya lebih tinggi dibandingkan baking.
- Contoh: Memanggang ayam utuh, iga sapi, atau kentang.
- Menggoreng (Frying)
- Deep frying: Proses menggoreng dengan cara merendam makanan dalam minyak panas.
- Contoh: Membuat ayam goreng tepung, kentang goreng, atau donat.
- Shallow frying: Proses menggoreng dengan menggunakan sedikit minyak.
- Contoh: Membuat telur mata sapi, daging steak, atau tumis sayur.
- Pan frying: Mirip dengan shallow frying, namun menggunakan wajan datar yang lebih besar.
- Contoh: Membuat pancake, omelet, atau ikan dori.
- Merebus (Boiling)
- Boiling: Proses memasak dengan merendam makanan dalam air mendidih.
- Contoh: Merebus pasta, telur, atau sayuran seperti wortel dan brokoli.
- Simmering: Proses merebus dengan api kecil sehingga air hanya mendidih perlahan.
- Contoh: Membuat sup, membuat saus, atau merebus daging yang keras.
- Poaching: Proses merebus dengan suhu rendah dan air yang tidak terlalu banyak.
- Contoh: Membuat telur rebus, poached egg, atau ikan.
- Menumis (Sautéing)
Proses memasak dengan menggunakan sedikit minyak dalam wajan panas dengan api besar.
- Contoh: Membuat tumis sayuran, oseng-oseng, atau daging saos lada hitam.
- Mengukus (Steaming)
Proses memasak dengan menggunakan uap air panas.
- Contoh: Mengukus bakpao, dim sum, atau ikan.
- Memanggang di atas bara (Grilling)
Proses memasak dengan menggunakan panas dari bara api.
- Contoh: Memanggang sate, ikan bakar, atau daging steak.
- Teknik Lainnya
- Blanching: Proses merebus sebentar lalu merendam dalam air es untuk menghentikan proses memasak.
- Contoh: Memblansir sayuran sebelum dimasak lebih lanjut.
- Braising: Proses memasak dengan cara menumis terlebih dahulu, kemudian menambahkan sedikit cairan dan dimasak dalam oven atau panci tertutup dengan api kecil.
- Contoh: Membuat daging sapi braised atau bebek Peking.
- Searing: Proses memasak dengan suhu tinggi sebentar untuk membuat permukaan makanan menjadi kecoklatan dan mengunci rasa.
- Contoh: Searing steak sebelum dimasak dalam oven.
Perbedaan Setiap Teknik Setiap teknik memasak memiliki karakteristik yang berbeda, yang akan mempengaruhi rasa, tekstur, dan kandungan nutrisi makanan. Misalnya:
- Menggoreng: Menambahkan kalori dan lemak, namun menghasilkan rasa yang renyah dan gurih.
- Mengukus: Mempertahankan nutrisi makanan dan menghasilkan tekstur yang lembut.
- Memanggang: Menghasilkan rasa yang kaya dan aroma yang harum.
Tips Memilih Teknik Memasak
- Perhatikan jenis bahan makanan: Setiap bahan makanan memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga membutuhkan teknik memasak yang berbeda pula.
- Pertimbangkan hasil akhir yang diinginkan: Apakah Anda ingin makanan yang renyah, lembut, atau gurih?
- Perhatikan waktu memasak: Beberapa teknik memasak membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan teknik lainnya.
Dengan memahami berbagai teknik memasak, Anda dapat bereksperimen dan menciptakan hidangan yang lezat dan sehat.
Istilah Berdasarkan Jenis Daging
- Beef: Daging sapi.
- P0rk: Daging b@bi.
- Chicken: Daging ayam.
- Lamb: Daging domba.
- Seafood: Makanan laut.
Istilah Lainnya yang Sering Digunakan
- Dine-in: Makan di tempat.
- Take-away: Bawa pulang.
- Delivery: Antar.
- Reservation: Reservasi.
Tips Biar Makin Jago Pesan Makanan
- Baca menu dengan teliti: Jangan malu bertanya kalau ada istilah yang gak kamu pahami.
- Perhatikan deskripsi makanan: Biasanya di menu akan dijelaskan cara memasak dan bahan-bahan yang digunakan.
- Jangan takut mencoba hal baru: Siapa tahu kamu menemukan makanan favorit baru!
- Sharing is caring: Ajak teman atau keluarga untuk makan bersama dan coba-coba menu yang berbeda.
Dengan mengetahui istilah-istilah di atas, kamu akan lebih percaya diri saat makan di restoran. Selain itu, kamu juga bisa lebih menikmati makanan karena tahu apa yang kamu makan. Jadi, yuk mulai sekarang kita jadi foodie yang cerdas!
Terima kasih sudah menyimak artikel ini sampai akhir, semoga bermanfaat untuk menambah wawasan kamu dalam dunia kuliner.
Salam Uenaak
Makan Enak, tidur nyenyak